SOCIAL MEDIA

Monday, May 1, 2017

Luka Dalam Bara Book Tour Bandung


Pict by. Sandra Hamidah 

(01/05/17), ada event Book Tour di Gramedia Merdeka. Pengen hadir, tapi masih mikir ini buku tentang apa dulu. Kalau romance ya romancenya apa dulu. Tapi pas searching sinopsisnya, eleh-eleh... diksinya cakep. 
Aku mencintainya karena ia mencintai kata-kata. Aku mencintainya lebih lagi karena ia mencintai buku-buku. Aku mencintainya karena ia adalah buku bagi kata-kata yang tidak bisa aku tuliskan. Aku mencintainya karena ia menjadi rumah bagi setiap kecemasan yang tidak perlu aku tunjukkan.
Langsung kebayang gitu. Kalau suami yang nulis dan ngasih tulisan ini ke saya haduuuuh... co ciiit.. Ah mau deh datang. Masih penasaran sama lembaran-lembaran tulisan berikutnya. Plus gimana proses kreatif buku ini jadi.

Pas banget saya datang acara baru dimulai. Setelah MC cuap-cuap, akhirnya Penulis buku "Luka Dalam Bara" Bernard Batubara dan ilustratornya Alvin naik panggung.

Bara panggilan akrab Bernard, mulai menjelaskan tentang buku ke-11 nya ini. Buku Luka Dalam Bara bukan novel, bukan cerpen, ataupun kumpulan puisi. Buku ini seperti catatan harian, tapi berupa fragmen potongan-potongan cerita. Awalnya saya mikir buku ini novel lho.

Idenya berasal dari pengalaman pribadi. Dari capture-capture di blog & media sosial Bara. Bukan hanya soal cinta tapi juga membahas tentang negara, politik, lingkungan, & kondisi sosial. 

Bagi Pria kelahiran 1989 ini, buku Luka Dalam Bara merupakan batu nisan atau monumen berakhirnya hubungan dengan sang mantan. Uhuk. Kenapa ditulis? Untuk menyembuhkan dirinya dari perasaan-perasaan yang tak ingin dimiliki, dari luka yang tak ingin ia peram.

Bara menuliskannya mengalir aja. Tapi ia termasuk kategori penulis yang membutuhkan struktur. Perlu merancang kapan menulis, bentuknya seperti apa, timernya gimana, dll. Sangat terukur & terjadwal.

Untuk judulnya sendiri, sempat terjadi kesalahan penulisan. Awalnya berjudul Luka Dalam, karena kesalahan menjadi Luka di Dalam Bara. Meski kebanyakan judul buku berakhir dengan huruf vokal, untuk kali ini Bara ingin berbeda. Tapi dikarenakan kesalahan tadi, judulnya jadi berubah dan justru memiliki kesan yang lebih dalam.

Kenapa Bara memilih kata "Luka Dalam?" Karena baginya luka dalam itu hanya kelihatan memar. Berdarah di dalam. Semacam luka yang tak terucap.

Bentuk tulisannya beragam. Paragraf pendek, naskah drama, panjang berhalaman. Semua keluar begitu aja. Nggak memikirkan tulisannya bakal jadi seperti apa, langsung diketik di medsos. Ketika gagasan itu membentuk narasi maka jadi deskripsi.

Pict from Instagram @benzbara_

Cover dan ilustrasi buku di desain oleh Alvin yang masih berstatus mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Bandung. Ilustrasinya menarik & memiliki daya tarik tersendiri. Benar-benar mewakili isi cerita. Kalau kamu liat covernya aja, serius deh bakal bikin penasaran sama bukunya.

Dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan selama acara, saya sangat terkesan dengan jawaban Bara tentang Kehilangan Momen di Pagi Hari. Teman sesama Blogger, Bunda Intan menanyakan tentang bagaimana Bara menjaga kesehatan, karena Penulis juga rentan sakit.

Bara menjawab, "Kalau begadang Aku kehilangan banyak momen indah di pagi hari. Pagi hari orang masih belum marah-marah, & matahari belum begitu panas." Pemaknaan yang dalam & oke banget menurut saya.

Nggak kerasa jam menunjukkan pukul 13.00 WIB. Acara diakhiri dengan pemberian hadiah bagi 10 pendaftar pertama & peserta yang bertanya. Lanjut sesi tanda tangan & jepret-jepret.

pict from twitter @benzbara_

Ohiya, berikut daftar toko buku yang udah available menjual buku Luka Dalam Bara. Mangga diburu bukunya. Resensi menyusul ya. Salam pencinta sastra!

Pict from twitter @benzbara_

21 comments :

  1. Bara.
    fixed. Aku mau baca karya sebelum ini.
    Orangnya humble, bahasanya puitis. Kayanya aku butuh jadi orang lain sejenak pas lagi baca buku Bara.

    ReplyDelete
  2. Jadi penasaran pengen mencoba membaca bukunya, mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah kan, dapatkan di toko2 buku terdekat anda mba! : D

      Delete
  3. udah lama gak baca novel, boleh juga menjadi referensi awal bulan ini ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan novel ini mba, penulis nyebutnya fragmen ;)

      Delete
  4. Wah di bogor juga adaaa. Cus ke gramedia :D

    ReplyDelete
  5. lelaki i ni membuatku jatuh cinta berkali-kali sejak buku pertamanya lahir
    ahhahahah aku peggemarnya loh Eonni. Beruntungnya dikau bertemu hiks

    ReplyDelete
  6. Keliatannya menarik nih bukunya, ntar lihat ah di Gramed

    ReplyDelete
  7. Seperti biasa...tidak akan ada di Cianjur bukunya :)
    padahal ingin tahu juga cerita nya seperti apa :)

    ReplyDelete
  8. pas aku baca judulnya aku kira isinya bakalan curhatan sedih gt eh taunya judul buku dr judulnya aj udah syahdu

    ReplyDelete
  9. Jadi emang sebaiknya jgn begadang supaya besok bangun pagi fresh hehe
    Tengkyu ulasan acara dan bukunya mbk :D

    ReplyDelete
  10. Ternyata sekilas mengintip intisari bukunya jadi pinisirin.Okay deh siap hunting nih buku😊

    ReplyDelete