SOCIAL MEDIA

Tuesday, January 17, 2017

2 Resolusi Di Tahun 2017



Menjadi seorang ibu sebenarnya bukan berarti serta merta tanpa ilmu. Memang ibu punya naluri, tapi berbagai teori pun diperlukan dalam menunjang agar pengetahuan ibu mumpuni. Terlebih berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut dengan pengetahuan keagamaan. Berhubung begitu banyak hal yang harus dipelajari seorang ibu, jika dilihat berdasarkan kebutuhan saya saat ini, maka saya memutuskan di tahun ini untuk fokus pada 2 hal/resolusi dulu.


Pertama, Menjadi Ibu Tangguh.


Malunya saya, dari awal nikah sering ngerepotin suami. Beliau sosok yang luar biasa. Bersedia turun tangan dikala ia mampu. Suami siaga! Yang bersedia nyebokin anak-anak, mandiin, nyuci piring, dll. Namun sayang, saya salah menyikapi. Saya jadi terbiasa manja dan terlalu bergantung dengan suami. Kalau nggak ada suami, saya jadi canggung. Alhamdulillah melalui sebuah peristiwa, Allah ingatkan saya agar saya bisa menjadi ibu yang tangguh. 

Ibu tangguh menurut saya ibu yang: 

  • Mandiri (bukan berarti nggak butuh bantuan, tapi selama masih sanggup mengerjakan sendiri sesuai dengan situasi dan kondisinya (sesuai syariat), maka jangan bebankan pada suami/orang lain). 
  • Pantang mengeluh, kecuali pada Rabb-Nya 
  • Ibadahnya terjaga 
  • Tetap bisa tersenyum meski ia dalam kondisi lelah 
  • Kuat & sehat 

Strategi yang akan saya lakukan agar menjadi ibu tangguh:

1. Self talk disaat saya mulai goyah. “Katanya mau jadi ibu tangguh!” Biasanya habis ngomong gitu jadi powerfull lagi energinya, hehe.

2. Mengumpulkan referensi seperti buku atau browsing yang berkaitan dengan vitamin untuk ibu tangguh.

3. Ibadah maksimal. Yang fardhu dijaga, yang sunat ditingkatkan.

4. Ikut kajian minimal 1 x seminggu.

5. Rajin olahraga setiap hari, minimal jalan kaki


Kedua, Memiliki Akhlak Yang Baik.


"Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amal seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah amatlah murka terhadap seorang yang keji lagi mengucapkan ucapan yang jelek." - HR. At-Tirmidzi.

Ini juga tak kalah memalukan. Bagaimana anak-anak nanti, jika minus teladan dari saya. Hiks.. Meski saya bukan tipe blak-blakan, tapi sesekali kalau merasa tersakiti jadi ngomel dalam hati dan yang namanya emosi negatif pastilah kata-katanya kurang terjaga. Kata-kata yang terucap di dalam hati meski nggak ada yang mendengar, tapi malaikat pasti mencatat. Allah pasti mendengar.

Dan persoalan akhlak ini ternyata menyangkut banyak hal di dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:

- Adab kepada kedua orangtua 
- Adab kepada para ulama 
- Adab persaudaraan 
- Adab bertetangga 
- Adab meminta izin 
- Adab makan 
- Adab penampilan 
- Adab mendengengarkan Al-Qur'an 
- Menanamkan kejujuran 
- Menjaga rahasia 
- Amanah 
- Menjauhi sifat iri dengki 
- dll 


Strategi yang akan saya lakukan agar memiliki akhlak yang baik:


1. Membaca buku berkaitan dan berusaha mengaplikasikannya.

2. Selalu ingat dan camkan bahwa:

– Aku aman bagimu

– Aku menyenangkan bagimu

– Aku bermanfaat bagimu


Semoga Allah mudahkan, aamiin..


Bandung, 16 Januari 2016


Shona Vitrilia

6 comments :

  1. Heheheh aku malah kurang paham kalau jadi Ibu tangguh kayak gimana XD kayaknya aku selama ini jadi Ibu menye2 euy...

    ReplyDelete
  2. aamiin semoga dimudahkan y Na :) bagus resolusinya

    ReplyDelete
  3. Amin. Semoga tercapai ya Mbak. 😄😀

    ReplyDelete