Skip to main content

Saya Kidal Bukan Kadal


Sejak kecil saya dianugerahkan bertangan kidal. Lha emang ada gitu pas gede tetiba kidal? *ngehehe. Masuk sekolah dasar kelas satu saya eksis belajar menulis hingga bisa menulis menggunakan tangan kidal.

Tapi kemudian Guru saya marah dan menyuruh saya belajar menulis kembali menggunakan tangan kanan. Kata Mama walau akhirnya bisa menulis dengan tangan kanan, tapi hasil tulisannya enggak sebagus tangan kiri. Tapi ya sudah lah, mau bagaimana lagi.

Masuk SMP saya mulai dekat dengan aktivitas olah raga basket. Dan taraaaa.... Saya mendribel bola pake tangan kiri donk. Secara tangan kiri memang terasa lebih kuat dan gesit dari tangan kanan. Alhamdulillah Guru olah raga saya enggak protes, wakaka. Walhasil saya bisa ikut beberapa turnamen kecil-kecilan.

Nah pas kuliah saya ketemu sama 2 teman yang juga kidal, tapi mereka masih menggunakan tangan kiri untuk menulis. Yang satu Bapaknya Dosen. Si temen cerita kalau dulu juga pernah dilarang sama Bu Gurunya make tangan kiri, tapi kemudian Bapaknya marah.

Bapaknya bilang, kalau kidal dipaksa jadi kadal (hihi, pake tangan kanan maksudnya), bakal ngefek sama kinerja otak si kidal. Karena si kidal ini dominannya otak kanan. Jadi bisa kebayang kalau tetiba dipaksa berubah. Bisa-bisa koordinasi otak dan tangan jadi enggak oke. Belum lagi soal kepercayaan diri si kidal. Nah lho? Jadi saya gimana donk?

Ikhlas.. ikhlas.. Pasti Guru saya kala itu tak berniat buruk, dan belum tau kalau ada efek demikian terhadap si kidal. Sekarang pun kadang tanpa sengaja saya spontan menggunakan tangan kiri, karena memang udah dari sononya kan. 

Cuma saya sempat kesal dengan pernyataan teman saya ketika saya bilang saya kidal. Dia bilang bisa jadi saya kidal karena kebiasaan Mama saat mengandung menggunakan tangan kiri. Euh, sotoy banget sih! Secara emak gw enggak kidal. Kalau aja si tangan kidal hati-hati menggunakan tangannya biar bisa kanan, masa yang udah jelas-jelas kadal tetiba jadi sering menggunakan tangan kiri? Plis, hentikan diskriminasi pada si kidal! *Jadi esmosi gini :D Ilmuwan aja sampe sekarang belum nemuin alasan yang pas soal si kidal.

Yang pasti, enggak mungkin Allah menciptakan segala sesuatunya dengan sia-sia. Right? Seperti yang tertulis pada ayat berikut ini:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (Q.S. Ali-Imran: 190-191).

Dan Rasulullah sendiri enggak pernah mengatakan kalau tangan kanan itu "tangan manis" atau "tangan bagus" sementara tangan kiri "tangan jelek." Jadi saat saya mengingatkan anak-anak saya kalau mereka enggak sengaja pake tangan kiri, saya enggak bilang tangan bagus atau tangan jelek, tapi tangan kanan atau tangan kiri. Jika pun mendapati anak seorang kidal, jangan dipaksa mengubah secara terburu-buru. Perlahan dan lebih tekankan pada alasan kenapa lebih mengutamakan tangan kanan dan kenapa sebaiknya tidak menggunakan tangan kiri. Intinya jangan dipaksa.

Dalam islam sendiri contohnya adab dalam pengunaan tangan kanan dan kiri, saya melihatnya lebih kepada manfaat yang akan kita peroleh. Salah satunya terjaga dari kuman. Kebayang enggak sih kalau makan pake tangan kanan cebok juga pake tangan kanan? *eeeaakkzz.

So, meski masih rada kagok saat gerakan refleks atau tetiba lupa aja gitu, saya mencoba untuk tetap taat, semoga usaha saya bisa dinilai lebih oleh Allah SWT. Aamiin.

**Penggunan istilah kadal tidak bermaksud menyinggung siapa pun atau menyamakan dengan kadal dalam arti sebenarnya. Maaf jika ada yang kurang berkenan. ^_^

Comments

  1. yang penting makan bisa pakai tangan kanan ya mbak hehe .. temanku kidal, gambar komiknya baguuus bgt.. ada juga yg malah jd bisa dua2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba padahal pengen juga bisa multy tasking, bisa 22nya. Tapi kemampuan itu hilang begitu saja, *hehe

      Delete
  2. Jadi ingat ada anak temenku kidal juga, anaknya cerdas dan baik. Sayang cuma 2 tahun di sekolah yg sama dengan anakku, habis itu pindah ke luar pulau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba dulu diriku juga cerdas. Dulu tapi, hihi

      Delete
  3. Kakak ipar aku kidal, tapi kalau makan tetap pake tangan kanan tapi menulis pake tangan kiri. Sebetulnya kalau menurut aku cara penyampaian yg baik akan lebih dipahami oleh anak2 sehingga mereka mengerti mengapa harus makan dengan tangan kanan ((yg lbh baik) :)

    ReplyDelete
  4. Hai salam kidal! Hehe... Kalau aku sih disyukuri saja masih bisa menggunakan kedua tangan dengan normal, tidak perlu mengkerdilkan satu tangan di atas tangan yang lainnya :)

    ReplyDelete
  5. Baru tahu nih Mbak termasuk kidal (bukan kadal) hehe...
    saat fun blogging, kita peserta disuruh nulis pakai tangan kiri, hasilnya kaya ceker ayam banget (khusus punya saya) hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diriku pun sekarang kalo diminta nulis tangan kiri hasilnya juga kaya ceker ayam teh, ngiahaha..

      Delete
  6. Saya juga punya teman kidal, Mbak. Tapi akhirnya dia bisa melakukan aktivitas dengan tangan kanan dan kirinya. Misalnya nulis dengan dua tangan. Waktu pertama kali ngeliatnya, saya sampe terkagum-kagum. Hebat bener..bisa dua-duanya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diriku udah ga bisa nulis pake tangan kiri teh... hiks

      Delete
  7. Nah iya, setuju dengan komen Mbak Lia, yang penting makan dengan tangan kanan dan cebok pakai tangan kiri hihi. Yang lain-lainnya anggap bebas.

    ReplyDelete
  8. Anak keempat saya kidal, sy biarkan saja. Dibiasakan utk makan pakai tangan kanan karena memang ini perintah dalam Islam... makan harus kanan alhamdulillah terbiasa kanan utk makan meski awalnya susah.
    Eh lama2 banyak kanannya ketika main bulu tangkis malah kanan sy minta pakai kiri..bisa sih tp kagok ktnya hahha soalnya sy inget Yangyang pemain dari China yg kidal.
    Kalau motorik halus seperti menulis dan menggunting mewarnai ttp kiri sih.
    btw...Blognya di folbek ya mba..xixiixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah sama teh, kalo main bulu tangkis entah kenapa bisanya tangan kanan. Tapi kalo main basket teteup tangan kiri, aneeeeh, hehe

      Delete
  9. malah bagiku orang yang nulis make kidal itu keren :-D
    tapi asal makan bisa make tangan kanan, heheh.
    Semangat selalu ua Eonni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aseeeeek Alhamdulillah.. tapi udah ga bisa lagi euy ngehehe..
      Siap semangaat

      Delete
  10. saya juga terlahir kidal mba..tapi terus dibiasakan pakai yg kanan..cuma kalo loncat atau ambil apa2, tetap aja lebih gape pake yg kidal.hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa... btw udah pernah gendong bayi belom mba? Biasanya kita juga suka beda, ngegendongnya di sebelah kanan malah..

      Delete
  11. Biasanya klo kidal malah jd punya keistimewaan sendiri ya mb

    ReplyDelete
  12. Adik iparku kidal, dan anak keduaku sepertinya jg kidal sebab saat kecil tangan kanannya dipakai buat alat bantu duduk/ bangun dr posisi terlentang. Jd dia aktivitas banyakan tangan kiri. Aku kalau anakku kidal gpp, asal makan wajib pakai tangan kanan krn kn menurut agama tidak boleh makan pakai tangan kiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, untuk hal-hal yang emang udah jelas diatur sama islam ya harus kita lakuin ya mba ;)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Fashion Revolution In Digital World Bersama Rimma Bawazier

Tanggal 17 September 2016 kemaren, saya dan teman-teman dari komunitas Emak2 Blogger dan Blogger Bandung menghadiri “Indonesian Fashion Blogger Gathering.” Pertama undangan ini masuk, saya langsung antusias buat daftar. Pasalnya saya dari dulu emang menyukai dunia fashion.

Mengatasi Kulit Wajah Tipe Kering

Dari jaman puber, tipe kulit saya normal-kering. Dan biasanya tipe kulit ini jarang dihinggapi jerawat. Hanya, sempat di masa-masa ngerjain skripsi, jerawat tetiba dengan mudahnya bermunculan. Sepertinya sih efek dari stres, begadang dan tidur enggak teratur, menyebabkan hormon saya jadi kacau. 
Alhamdulillah pas hamil anak ketiga tetiba kulit saya kembali seperti sediakala. Biasanya langganan komedo dan kalau agak lebay dikit pake pelembab dan bedak yaudah si jerawat muncul lagi. Jadinya bersyukur banget si normal-kering kembali.

[Resensi] Luka Dalam Bara

Judul: Luka Dalam Bara Penulis: Bernard Batubara Ilustrasi sampul & isi: @alvinxki Penerbit: Noura (PT. Mizan Publika) Cover: Hard Cover Cetakan ke: 1 Halaman: 108 hal Tahun terbit: Maret, 2017 ISBN: 978-602-385-232-1 Harga: Rp. 49.000,-

Semua orang pasti punya masa lalu. Entah itu baik atau pun buruk. Berkisar tentang kisah kesedihan, kemarahan, cerita lucu, termasuk kisah percintaan.
Begitu juga yang dialami oleh Penulis. Fragmen-fragmen dalam bukunya menceritakan tentang kisah masa lalunya bersama sang mantan yang ia sebut sebagai nisan atau monumen.
Secara umum, tujuan penulis menulis buku ini adalah untuk kabur dari kenyataan. Baginya dunia sehari-hari, meskipun menyenangkan, selalu terasa kurang. Ia ingin menciptakan dunia yang nggak ia temukan di mana pun melalui tulisan. Ya, sebuah dunia alternatif.
Selain itu, untuk mengeluarkan ragam macam emosi yang nggak selalu bisa ia ungkapkan secara langsung. Dan.... alasan lainnya adalah untuk menyembuhkan dirinya dari perasaan-pe…